Wednesday, March 13, 2013


Assalamu’alaikum wr.wb

Bismillahirrohmanirrohim ^_^
Alhamdulullahirrobil ‘alamin.. Subhanallah.. Allahuakbar..

Segala puji hanya milik Allah.. Tuhan semesta alam yang menjadikan ku ada. Tiada sekutu baginya, karena tak ada yg berhak mempersekutukan Dia.
Terima Kasih Tuhan.. hingga detik ini Engkau masih memberiku nafas, nikmat cahaya islam, nikmat sehat, dalam nikmat iman, senantiasa dalam penjagaan-Mu, dan yang terpenting waktu yang masih kau anugerahkan untukku berbenah menjadi lebih baik di masa yang akan datang..

Subhanallah Ya Roob, suatu nikmat yg amat sangat berharga untukku, Kau anugerahi orang-orang HEBAT untuk hadir dalam hidupku.. Terima Kasih Tuhan, cinta-Mu takkan pernah tergantikan..

Sungguh 13 maret selalu menjadi moment-moment terindah, mengaharukan, dan juga menghujam lubuk hatiku bagai busur panah hujan yang dinantikan bunga, rerumputan, dan tumbuhan lainnya..
Kenapa moment-moment terindah?
Kenapa mengharukan?



.....
13 maret 2013
Hampir terlupa olehku hari bersejarah ini, karena kesibukan-kesibukan yang mengharuskanku untuk tetap fokus pada satu urusan. yaaaa ... hampir saja aku melupakannya, untungnya ada salah seorang teman yang mengingatkanku..

Malam sebelum hari bersejarah ini hadir, detik-detik pergantian hari bersejarah ini muncul, aku selalu memutuskan beberapa jam sebelumnya untuk mengistirahatkan mata, karena takut bila nanti di akhirat ia meminta haknya. Hari telah berganti pesan singkat berdatangan mewarnai layar kaca Handphoneku.. (ciiieeee) untungnya.. untungnya pesan singkat itu hadir memecah mimpiku, membuatku terjaga dari tidurku,, Alhamdulillah. Setelah ucapan syukur itu, aku bergegas mengambil wudhu, waktunya melakukan tradisi setiap tahunnya.


Pukul 02:07
Aku memulai kegiatan yang 2 tahun terakhir telah menjadi tradisi istimewaku. Apa? Apa lagi kalo bukan Qiyamuh Lail.. Tahajudku tahun ini bertambah 1 rakaat lagi (18 rakaat) layaknya usiaku yang bertambah. Selalu..

Ya Allah..
Aku bersimpuh dihadapan-Mu atas rasa syukur karena Kau masih memberiku nafas, karena Kau masih memberiku kesempatan untuk membenahi diri menjadi lebih baik..
Dadaku sesak.. amat sesak, tatkala aku merenungi 18 tahun hidupku.. Ya Tuhan semua ini tak sebanding..

~Apa yang sudah kuhadiakan untuk agama-Mu? Sedangkan budaya kafir masih tersisa memenuhi hari-hariku

~Seberapa besar rasa syukurku? Sedangkan sholatku belum sempurna

~Seberapa besar kesiapanku menuju akhirat-Mu? Sedangkan aku sering dilalaikan dalam urusan dunia.

~Seberapa banyak Ayat Al-Qur’an yang sudah kutadaburi, yang sudah kubaca, yang sudah kuamalkan? Sedangkan berpuluh-puluh novel sudah kuhabiskan.

~Seberapa sempurna ibadahku pada-Mu Tuhan? Sedangkan akhlakku masih sangat jauh dari kata sempurna

~Seberapa teguh diriku menjaga hijabku agar sesuai syariat islam? Sedangkan hal terkecil sering terlupakan, kaos kaki sering tak kupakai, masih jauh ya Robb..

~Seberapa besar cintaku pada Orang tua? Sedangkan aku masih menyusahkan mereka Ya Robb

~Seberapa besar aku mampu menjaga hak saudara-saudaraku? Sedangkan mereka masih terluka karena tajamnya lisanku, masih merasa sakit karena tingkah lakuku..

Semua jauh dari yang kuharapkan Tuhan.. 18 tahun ini, kemana kuhabiskan waktu itu Ya Roob? Kemana? Padahal aku amat sangat takut untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan waktu (masa). Sebagaimana firman-Mu dalam kitabullah:

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (Q.S. al-‘Ashr: 2-3)

Ya Robb, ampuni diriku yang lemah ini , jauhkanlah aku dari sifat lalai, Sesungguhnya ubun-ubunku dalam genggamanmu.. sungguh ubun-ubunku dalam genggaman-Mu, maka jagalah aku dari sifat tercela ya Robb.

Terima kasih untuk kalian semua saudara-saudaraku.. lisanku tak mampu lagi berucap, sungguh aku amat mencintai kalian :’)
Amat sangat .. jadikanlah moment ulang tahunmu sebagai sebuah renungan untuk apa kau hidup didunia ini? Kemana kita setelah ini? Ingatlah dunia ini diibaratkan sebuah pohon, sedang kita adalah musafir, sekarang kita sedang berteduh dibawahnya, suatu hari nanti kita akan beranjak meninggalkan segala nikmat dari pohon itu, menuju tempat tujuan kita.. tempat kita yang sesungguhnya dan kita kekal didalamnya..

Akhirul kata, saudara-saudaraku sekalian.. buatlah hidupmu berarti walau hanya untuk satu orang. tak  ada gunanya hidup dalam keegoisan dan kesombongan , toh nantinya kita akan kembali, dan yang membedakan kita hanyalah amal perbuatan..
Nasehat untukku , untukmu, dan kita semua.. semoga Bermanfaat

“Diusiaku yang ke 18 tahun ini, aku masih dalam pembenahan, sedang berusaha bangkit untuk terus berbenah menjadi lebih baik, ibaratnya bunga, aku sedang mengalami pertumbuhan yang selalu didukung oleh nikmat-Nya yang bernama hujan, semoga nantinya diriku mampu menjadi bunga seutuhnya, Mekar dengan sempurna, hingga membuat hati yang melihatnya tertegun dan bahagia , bermanfaat untuk makhluk hidup lainnya..Amin Ya Robbal ‘alamin.”

Terima kasih sudah berkunjung di Blog sederhana yang amat sepi ini..
Terima kasih untuk do’a-do’a kalian semua.. semoga di ijabah oleh Allah.. karena kepada-Nyalah segala urusan dikembalikan
semoga kita selalu istiqomah dijalan-Nya dan senantiasa berada dalam penjagaan iman dan islam.. agama yang paling sempurna.. :)

Assalamu’alaikum wr.wb ^_^
oh ya ada muhasabah tentang waktu bisa chek disini :D 


3 comments:

  1. Semoga tetap istiqomah... Qita ibarat musafir... kumpulkan amal sebanyak2nya untuk dibawa pulang ke kampung akhirat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin.. InsyaAllah.. ukti , syukron katsiron udah mampir di blog yg amat sepi ini.. :)

      Delete
    2. wah bener tu amin juga dehg ...
      rhe ...kalo ada yang cerita terbaru bilangin ya ....


      maaf sudah merepotkan ,,, :)

      Delete

Please Leave Your Coment ^_^ Syukron Katsiron