Thursday, May 9, 2013

Ukhti , Yuk Berhijab !!



 JILID 1


Bismillahirrohmani rrohim ^_^

Assalamu’alaikum ukhti fillah semuanya.  Apa kabar? Semoga selalu dalam penjagaan cinta dan Kasih-Nya.

Hijab? Siapa yang udah berhijab?  ^^/
Selamat yaa  semoga selalu istiqomah lurus dijalan-Nya.
Yang belum? Kapan nyusulnya? :o 

Dengerin aku ya ukhti. Hijab itu pembatas. Bener-bener penjaga yang baik dan luar biasa. Mau aku ceritain kisahku mengenal hijab ukhti? Simak ya!
Ehem.. ehem..

Aku adalah anak perempuan satu-satunya dalam keluargaku, aku memiliki dua orang kakak dan dua orang adik. Iya, aku berada diantara keempat pejantan hihihi. Mungkin karena inilah ketika remaja aku sedikit tertular kenakalan keempat saudaraku ini. Setiap bermain yang kupelajari dirumah adalah permainan anak laki-laki, maka tak heran aku sedikit nakal.
 siapa yang mengira terbesit dipikiran seorang remaja yang subhanallah bandelnya ini untuk menutup auratnya, untuk berhijab.
Hal ini bermula saat usiaku 13 tahun, kelas satu SMP .

saat itu aku sedang duduk dipinggir jalanan, lebih tepatnya membuang waktu karena belum ingin pulang kerumah. Sambil melempari kerikil-kerikil kecil kejalanan (kalo ingat ini, aku benar-benar merasa konyol dan tertawa sendiri “bodohnya aku dulu”). 

Ada seorang wanita yang kutafsirkan berusia 20 tahun umurnya diseberang  jalan. Dia mengenakan jilbab panjang, subhanallah wajahnya teduh sekali , aku menatapnya, semakin dalam semakin aku tertegun melihatnya, enak sekali  memandangnya. Mungkin inilah hidayah pertama yang datang.

Wanita cantik tadi terus berjalan menjauhiku, dari kejauhan kulihat sekelompok pemuda berandalan yang sejak tadi kerjanya mengusik orang yang lewat “ah, awas saja mereka mengganggu kakak itu, akan kulempar dengan kerikil ini” pikirku serasa jagoan kesiangan hihihi :D

Dan ternyata dugaanku meleset, sekelompok berandalan tadi tak bergeming sedikitpun, mereka hanya melirik hingga wanita tadi lewat. Mungkin teresona, karena kecantikannya.

Entah apa yang mendorongku untuk memikirkan hal ini, biasanya aku selalu cuek dengan segala apapun itu. Banyak sekali hal-hal yang tak kugubris , saking tidak perdulinya diriku.

“apa? Kenapa? Apa yang membuat kakak perempuan itu benar-benar terjaga? , lantas kenapa  pula dia terlihat begitu anggun? Padahal ada banyak wanita cantik yang kutemui, tapi tak secantik dirinya. Apa ini karena hijabnya?” kira-kira seperti itulah pertanyaan yang hadir dibenakku.


Kutafsirkan hidayah kedua yg hadir ini karena kujemput. Karena beberapa factor , aku mulai tertarik untuk merubah pola pikirku sedikit lebih menjorok pada agama. Karena agama yg kuanut selama ini tak lebih dari sekedar budaya. Budaya? Karena kakek , nenekku islam makanya aku islam. Bukan karena Aqidah yg mendasar dari hati. 

Aku mulai menutupi sholat-sholatku yg bolong seperti kue caramel yg sering kubuat bersama Bunda :D, Mulai merubah tingkah laku yg amat menjengkelkan itu.
 Dan akhirnya sudah kumantapkan dan kuputuskan untuk berhijab SMA nanti. 

pada suatu hari, aku penasaran mengenai hijab kemudian mencari  tahu tentang hijab. Yg kutemukan tak lain adalah hadist Rasul yg bicara tentang siksa neraka, dan penghuni neraka yg kebanyakan adalah wanita. Entah apa yg membuatku menangis membacanya, kurasa bukan karena aku takut akan siksa yg kubaca itu.

 Puncak emosiku meluap saat aku membaca bagian tengah artikel tersebut. Betapa hinanya wanita, tidak tahu dirikah? Rasul telah mengangkat derajat wanita setinggi mungkin, tapi kaum wanita malah menjatuhkannya serendah-rendahnya. Air mataku tak terbendung, aku sampai-sampai tak menyadari air mataku mengalir hingga membasahi mouse computer  yg sedang kupegang.

Inilah awal dari aku mencintai hijabku. Amat sangat. Dasarnya tak lain merasa sudah amat berdosa kepada-Nya L , amat hina, hingga sesak dada ketika ingat akan hal itu. Merasa amat naïf kepada Rasulullah yg begitu mencintai umatnya. “
Apakah tidak ada godaan yg menggoyahkan niatku? Layaknya alasan yg dipaparkan ukhti-ukhti yg belum berhijab? Seperti  : Tidak diizinkan orang tua, belum siap, mau perbaiki tingkah laku dulu, nanti ga bisa ikut style dan fashion , ketinggalan zaman dan lain sebagainya.
Tentunya ada ,aku jadi ingat perkataan seorang teman , ketika aku menyampaikan niatku untuk berhijab sewaktu memasuki SMA 

“kamu, mau hijab? Rambut kamu kan bagus, coba pikir-pikir dulu, kalo aku sih rugi jika punya rambut yg indah sepertimu” aku hanya membalas ucapannya dengan senyuman. Senyuman tanda  semakin teguhnya keyakinanku untuk menutup auratku.
Bagaimana denganmu ukhti? Apa alasanmu belum menutup auratmu? Menutup aurat itu wajib ukhti, seperti wajibnya sholat. 

Baiklah akan kujawab alasan-alasan  diatas.
>>Tidak diizinkan orang tua? 
 ukhti  jikalau memang niatmu itu kukuh, kau pasti akan memperjuangkannya. Seperti saat kau minta dibelikan sesuatu, kau akan berjuang  hingga mendapatkannya. Lantas bagaimana? Apakah kau berjuang untuk menjelaskan niatmu itu? Dan aku rasa orangtua menginginkan anaknya menjadi anak yg soleh dan sholehah. Saranku, perbaiki caramu ukhti, mintalah ridho orangtua, jelaskan maksudmu dengan sebenar-benarnya, buktikan bahwa memang kau ingin berhijab. Carilah alasan mengapa orangtua belum mengizinkanmu berhijab. Apakah karena tingkahmu? Jika itu, maka ubahlah, jika ada alasan lain, maka carilah penyelesaiannya. Aku yakin kau pasti bisa.

>> Belum siap?
Lantas kapan kau akan siap ukhti? J ingatlah kematian mengincarmu setiap waktu, apakah kau mampu berkata “aku belum siap” saat ruhmu akan diambil malaikat pencabut nyawa?  Sanggupkah kau bayangkan, jika hal itu terjadi, dan kau belum sempat menutup auratmu? Maukah kain kafan sebagai penutup auratmu untuk yg pertama dan yg terakhir? . jika tidak, bersegeralah tutup auratmu ukhtiku sayang. Percayalah kau mampu melakukannya.

>> Mau perbaiki tingkah laku?
Ada yg bilang “ngapain berjilbab, kalau tingkah masih seperti setan?, Mending jilbabin hati dulu” ukhti..  jika aku Tanya, apakah yg kau lakukan benar? Tentu tidak, jika kau bilang mau perbaiki tingkah laku dulu, lantas apa buktinya? Apakah yg  dengan mendedahkan auramut ? Itukah yg kau sebut memperbaiki diri?  Ukhti fillah, jikalau benar niatmu ingin memperbaiki diri, maka berhijablah dahulu! Lambat laun tingkahmu akan berubah baik dengan sendirinya, karena ketika hijab melekat ditubuh kita, akan timbul rasa malu ketika ingin berbuat sesuatu yg buruk.
Jika kau Tanya aku, aku akan memilih orang berjilbab daripada kau. Karena ia mau melaksanakan satu kewajibannya. Ayolah ukhtiku!! Berhijablah segera, semakin cepat kau berhijab, semakin cepat pula kau berubah menjadi baik.

>> Nanti ga bisa ikut style dan fashion?
Style dan fashion seperti apa yg ingin kau ikuti ukhti? J Fashion orang kafir dengan pakaian mendedahkan auratnya itukah? Jika benar..  Itukah yg kau sebut dirimu wanita islam? L Itukah yg kau sebut kau mencintai agamamu?  Itukah rasa terimakasihmu pada Rasulmu yg mencintaimu dengan segenap jiwanya?
Kapan islam akan maju? Kapan islam akan dipandang dunia? Kenapa tidak fashion islam yg menjadi trend ukhti? 

Rasanya memang benar, kita hidup diakhir zaman ukhti  T_T
Dengarkan diriku ukhti! Wanita akan terlihat lebih anggun ketika berhijab, tanpa fashion pun kau akan selalu cantik ukhti. Bahkan amat menawan dengan pakaian taqwamu itu. Kau akan dipandang cantik dimata-Nya.. diamataku, dimata orang-orang muslim yg sesungguhnya.

>> ketinggalan zaman
Ha? Ketinggalan zaman? Ayo buka matamu menelusuri muslimah-muslimah yg berprestasi didunia ini. Ada banyak sekali, itukah yg kau sebut ketinggalan zaman?. Aku enggan berkomentar mengenai alasan yg satu ini. Apa hubungannya berhijab dengan ketinggalan zaman? Entah, aku belum mencernanya. Hihihi..
Dan segenap alasan lainnya, yg jika kutuliskan disini, akan menghabiskan banyak slide :D

Ada alasan lain yg belum kujawab kan ukhti? Silahkan post kan pada komentar.

Ingatlah! Jika memang kau mencintai agamamu, mencintai Allah dan Rasul-Nya. Seribu alasanpun takkan menggoyahkan niatmu untuk berhijab.
Hayo berhijablah ukhti!! sebelum kain kafan membungkusmu..

Satu hal untuk orang yg menyebut wanita berjilbab adalah wanita akhir zaman..

“Iya… kami memang wanita akhir zaman yang mengenal hijab atas perintah-Nya dalam Al-Quran. Wanita akhir zaman yang amat takut akan azab-Nya, wanita akhir zaman yg berusaha menggapai cinta dan Ridho-Nya” 


Syukron jazakillah khoir Ukhti.. semoga Allah menjaga-Mu dalam keistiqomahan hingga akhir hayat nanti.
Akhirul kata
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokhatuh.