JILID 1
Bismillahirrohmani rrohim ^_^
Assalamu’alaikum ukhti fillah
semuanya. Apa kabar? Semoga selalu dalam
penjagaan cinta dan Kasih-Nya.
Hijab? Siapa yang udah
berhijab? ^^/
Selamat yaa
semoga selalu istiqomah lurus dijalan-Nya.
Yang belum? Kapan nyusulnya? :o
Dengerin aku ya ukhti. Hijab itu
pembatas. Bener-bener penjaga yang baik dan luar biasa. Mau aku ceritain
kisahku mengenal hijab ukhti? Simak ya!
Ehem.. ehem..
Aku adalah anak
perempuan satu-satunya dalam keluargaku, aku memiliki dua orang kakak dan dua
orang adik. Iya, aku berada diantara keempat pejantan hihihi. Mungkin karena
inilah ketika remaja aku sedikit tertular kenakalan keempat saudaraku ini.
Setiap bermain yang kupelajari dirumah adalah permainan anak laki-laki, maka
tak heran aku sedikit nakal.
siapa yang mengira terbesit dipikiran seorang
remaja yang subhanallah bandelnya ini untuk menutup auratnya, untuk
berhijab.
Hal ini bermula saat usiaku 13
tahun, kelas satu SMP .
saat itu aku sedang
duduk dipinggir jalanan, lebih tepatnya membuang waktu karena belum ingin
pulang kerumah. Sambil melempari kerikil-kerikil kecil kejalanan (kalo ingat
ini, aku benar-benar merasa konyol dan tertawa sendiri “bodohnya aku dulu”).
Ada seorang wanita
yang kutafsirkan berusia 20 tahun umurnya diseberang jalan. Dia mengenakan jilbab panjang,
subhanallah wajahnya teduh sekali , aku menatapnya, semakin dalam
semakin aku tertegun melihatnya, enak sekali
memandangnya. Mungkin inilah hidayah pertama yang datang.
Wanita cantik tadi
terus berjalan menjauhiku, dari kejauhan kulihat sekelompok pemuda berandalan
yang sejak tadi kerjanya mengusik orang yang lewat “ah, awas saja mereka
mengganggu kakak itu, akan kulempar dengan kerikil ini” pikirku serasa jagoan
kesiangan hihihi :D
Dan ternyata
dugaanku meleset, sekelompok berandalan tadi tak bergeming sedikitpun, mereka
hanya melirik hingga wanita tadi lewat. Mungkin teresona, karena kecantikannya.
Entah apa yang
mendorongku untuk memikirkan hal ini, biasanya aku selalu cuek dengan segala apapun
itu. Banyak sekali hal-hal yang tak kugubris , saking tidak perdulinya diriku.
“apa? Kenapa? Apa yang membuat kakak perempuan itu
benar-benar terjaga? , lantas kenapa
pula dia terlihat begitu anggun? Padahal ada banyak wanita cantik yang
kutemui, tapi tak secantik dirinya. Apa ini karena hijabnya?” kira-kira seperti
itulah pertanyaan yang hadir dibenakku.
Kutafsirkan hidayah
kedua yg hadir ini karena kujemput. Karena beberapa factor , aku mulai tertarik
untuk merubah pola pikirku sedikit lebih menjorok pada agama. Karena agama yg
kuanut selama ini tak lebih dari sekedar budaya. Budaya? Karena kakek , nenekku
islam makanya aku islam. Bukan karena Aqidah yg mendasar dari hati.
Aku mulai menutupi
sholat-sholatku yg bolong seperti kue caramel yg sering kubuat bersama Bunda :D,
Mulai merubah tingkah laku yg amat menjengkelkan itu.
Dan akhirnya sudah kumantapkan dan kuputuskan
untuk berhijab SMA nanti.
pada suatu hari,
aku penasaran mengenai hijab kemudian mencari
tahu tentang hijab. Yg kutemukan tak lain adalah hadist Rasul yg bicara
tentang siksa neraka, dan penghuni neraka yg kebanyakan adalah wanita. Entah
apa yg membuatku menangis membacanya, kurasa bukan karena aku takut akan siksa
yg kubaca itu.
Puncak emosiku meluap saat aku membaca bagian
tengah artikel tersebut. Betapa hinanya wanita, tidak tahu dirikah? Rasul telah
mengangkat derajat wanita setinggi mungkin, tapi kaum wanita malah
menjatuhkannya serendah-rendahnya. Air mataku tak terbendung, aku sampai-sampai
tak menyadari air mataku mengalir hingga membasahi mouse computer yg sedang kupegang.
Inilah awal dari
aku mencintai hijabku. Amat sangat. Dasarnya tak lain merasa sudah amat berdosa
kepada-Nya L , amat hina, hingga sesak dada ketika ingat akan hal itu.
Merasa amat naïf kepada Rasulullah yg begitu mencintai umatnya. “
Apakah tidak ada
godaan yg menggoyahkan niatku? Layaknya alasan yg dipaparkan ukhti-ukhti yg
belum berhijab? Seperti : Tidak
diizinkan orang tua, belum siap, mau perbaiki tingkah laku dulu, nanti ga bisa
ikut style dan fashion , ketinggalan zaman dan lain sebagainya.
Tentunya ada ,aku jadi ingat
perkataan seorang teman , ketika aku menyampaikan niatku untuk berhijab sewaktu
memasuki SMA
“kamu, mau hijab? Rambut kamu kan
bagus, coba pikir-pikir dulu, kalo aku sih rugi jika punya rambut yg indah
sepertimu” aku hanya membalas ucapannya dengan senyuman. Senyuman tanda semakin teguhnya keyakinanku untuk menutup
auratku.
Bagaimana denganmu ukhti? Apa
alasanmu belum menutup auratmu? Menutup aurat itu wajib ukhti, seperti wajibnya
sholat.
Baiklah akan kujawab
alasan-alasan diatas.
>>Tidak diizinkan orang
tua?
ukhti
jikalau memang niatmu itu kukuh, kau pasti akan memperjuangkannya.
Seperti saat kau minta dibelikan sesuatu, kau akan berjuang hingga mendapatkannya. Lantas bagaimana?
Apakah kau berjuang untuk menjelaskan niatmu itu? Dan aku rasa orangtua menginginkan
anaknya menjadi anak yg soleh dan sholehah. Saranku, perbaiki caramu ukhti,
mintalah ridho orangtua, jelaskan maksudmu dengan sebenar-benarnya, buktikan
bahwa memang kau ingin berhijab. Carilah alasan mengapa orangtua belum
mengizinkanmu berhijab. Apakah karena tingkahmu? Jika itu, maka ubahlah, jika
ada alasan lain, maka carilah penyelesaiannya. Aku yakin kau pasti bisa.
>> Belum siap?
Lantas kapan kau akan siap ukhti?
J ingatlah kematian mengincarmu setiap waktu, apakah kau
mampu berkata “aku belum siap” saat ruhmu akan diambil malaikat pencabut
nyawa? Sanggupkah kau bayangkan, jika
hal itu terjadi, dan kau belum sempat menutup auratmu? Maukah kain kafan
sebagai penutup auratmu untuk yg pertama dan yg terakhir? . jika tidak,
bersegeralah tutup auratmu ukhtiku sayang. Percayalah kau mampu
melakukannya.
>> Mau perbaiki tingkah
laku?
Ada yg bilang “ngapain berjilbab,
kalau tingkah masih seperti setan?, Mending jilbabin hati dulu” ukhti.. jika
aku Tanya, apakah yg kau lakukan benar? Tentu tidak, jika kau bilang mau
perbaiki tingkah laku dulu, lantas apa buktinya? Apakah yg dengan mendedahkan auramut ? Itukah yg kau
sebut memperbaiki diri? Ukhti fillah,
jikalau benar niatmu ingin memperbaiki diri, maka berhijablah dahulu! Lambat
laun tingkahmu akan berubah baik dengan sendirinya, karena ketika hijab melekat
ditubuh kita, akan timbul rasa malu ketika ingin berbuat sesuatu yg buruk.
Jika kau Tanya aku, aku akan
memilih orang berjilbab daripada kau. Karena ia mau melaksanakan satu
kewajibannya. Ayolah ukhtiku!! Berhijablah segera, semakin cepat kau berhijab,
semakin cepat pula kau berubah menjadi baik.
>> Nanti ga bisa ikut style
dan fashion?
Style dan fashion seperti apa yg
ingin kau ikuti ukhti? J Fashion orang kafir dengan pakaian mendedahkan auratnya
itukah? Jika benar.. Itukah yg kau sebut
dirimu wanita islam? L Itukah yg kau sebut kau mencintai agamamu?
Itukah rasa terimakasihmu pada Rasulmu yg mencintaimu dengan segenap jiwanya?
Kapan islam akan maju? Kapan
islam akan dipandang dunia? Kenapa tidak fashion islam yg menjadi trend ukhti?
Rasanya memang benar, kita hidup
diakhir zaman ukhti T_T
Dengarkan diriku ukhti! Wanita
akan terlihat lebih anggun ketika berhijab, tanpa fashion pun kau akan selalu
cantik ukhti. Bahkan amat menawan dengan pakaian taqwamu itu. Kau akan
dipandang cantik dimata-Nya.. diamataku, dimata orang-orang muslim yg
sesungguhnya.
>> ketinggalan zaman
Ha? Ketinggalan zaman? Ayo buka
matamu menelusuri muslimah-muslimah yg berprestasi didunia ini. Ada banyak
sekali, itukah yg kau sebut ketinggalan zaman?. Aku enggan berkomentar mengenai
alasan yg satu ini. Apa hubungannya berhijab dengan ketinggalan zaman? Entah,
aku belum mencernanya. Hihihi..
Dan segenap alasan lainnya, yg
jika kutuliskan disini, akan menghabiskan banyak slide :D
Ada alasan lain yg belum kujawab
kan ukhti? Silahkan post kan pada komentar.
Ingatlah! Jika memang kau
mencintai agamamu, mencintai Allah dan Rasul-Nya. Seribu alasanpun takkan
menggoyahkan niatmu untuk berhijab.
Hayo berhijablah ukhti!! sebelum
kain kafan membungkusmu..
Satu hal untuk orang yg menyebut
wanita berjilbab adalah wanita akhir zaman..
“Iya… kami memang wanita akhir zaman yang mengenal hijab
atas perintah-Nya dalam Al-Quran. Wanita akhir zaman yang amat takut akan azab-Nya,
wanita akhir zaman yg berusaha menggapai cinta dan Ridho-Nya”
Syukron jazakillah khoir Ukhti..
semoga Allah menjaga-Mu dalam keistiqomahan hingga akhir hayat nanti.
Akhirul kata
Assalamu’alaikum warohmatullahi
wabarokhatuh.

No comments:
Post a Comment
Please Leave Your Coment ^_^ Syukron Katsiron